Sobat Budaya Foundation | Tekno-Culture Tour
49
page-template-default,page,page-id-49,ajax_leftright,page_not_loaded,,large,shadow2,wpb-js-composer js-comp-ver-4.4.3,vc_responsive
title

Tekno-Culture Tour

 

Secara etimologis, kata “teknobudaya” berasal dari 2 suku kata, yaitu “teknologi” dan “budaya”. Kata “teknologi” berkenaan dengan kata dalam bahasa Yunani, “tekhnologia”, yang maknanya menunjukkan upaya sistematis dalam rangka kegiatan seni, kerajinan, dan teknik. Kata “teknik” sendiri berkaitan dengan kata “techne”, yang berarti “sistem, metode, skill, seni, dan kerajinan”. Di sisi lain, kata “budaya” memiliki pengertian yang sangat luas, bahkan melingkupi teknologi itu sendiri. Kebudayaan dikatakan sebagai hal kompleks yang mencakup sistem kepercayaan, seni, moralitas, hukum, norma, adat-istiadat, dan semua aspek yang meliputi kemampuan dan kebiasaan yang dimiliki seorang manusia sebagai anggota masyarakat.

Terminologi “teknobudaya” dilatarbelakangi semangat untuk memandang sistem sosial sebagai suatu kesatuan yang utuh. Selama ini sistem sosial cenderung untuk mengkotak-kotakkan masalah dan melihatnya secara terpisah-pisah. “Budaya”, khususnya budaya tradisi, sering dianggap sebagai sesuatu hal yang kuno dari masa lalu, terbelakang dan dekat dengan hal-hal mistis. Penghargaan kepada budaya tradisi seringkali lebih dikarenakan latar belakang historis dan romantika semata.Sementara itu “teknologi” sering dianggap sebagai sesuatu hal yang baru dari masa kini, modern dan bersifat rasional. Budaya tradisi dan teknologi seringkali dianggap sesuatu hal yang berjauhan satu sama lain.

“Tur Teknobudaya” merupakan upaya untuk mendiseminasikan cakrawala baru tersebut kepada masyarakat luas. Melalui program ini publik dapat melihat betapa dekatnya hubungan antara teknologi dan budaya tradisi.

Pada perkembangan sains terbaru ditunjukkan bahwa pandangan parsial tersebut keliru. Budaya tradisi dan teknologi ternyata lebih dekat dari yang kita bayangkan selama ini. Tata kelola hutan dan ladang masyarakat Suku Baduy, di Jawa Barat, kini terasa lebih ramah terhadap ekosistem daripada tradisi kapitalisme modern yang cenderung menomorduakan ikhwal lingkungan hidup.

Pada program ini peserta tidak hanya membatik, tetapi juga mendapatkan pengetahuan bagaimana geometri matematis batik dan kemudian bertualang dengan perangkat komputasi untuk merancang desain batik. Peserta tidak hanya berkeliling menikmati keindahan arsitektur Candi Borobudur, tetapi juga mempelajari program komputer pembangunan Candi Borobudur. Peserta tidak belajar membuat anyaman rotan tetapi juga belajar menggunakan program komputer otomata menganyam.

Tujuan dari program tur ini adalah untuk memberikan perspektif baru bagi generasi muda dalam memandang budaya. Dari cara pandang budaya tradisi sebagai sesuatu hal yang kuno dari masa lalu, terbelakang dan dekat dengan hal-hal mistis menjadi budaya tradisi sebagai sesuatu inspiratif dari masa lalu, dapat bersanding dengan pengetahuan modern, dan memiliki manfaat yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan rasional. Pada akhirnya diharapkan peserta dapat mengetahui betapa dekatnya budaya tradisi dan teknologi modern. Keduanya dapat didudukan secara berdampingan dan setara dalam perspektif teknobudaya.

Tata arsitektur tradisional Nias, Toraja, dan sebagainya, mulai diperhatikan kembali dengan strukturnya yang terlihat lebih “akrab bencana gempa”. Penelitian terhadap pola-pola seni lukis batik, teknik ukir gorga arsitektural batak, dan pola konstruksi Candi Borobudur ternyata menunjukkan bahwa budaya tradisi kita telah mengakuisisi geometri fraktal ratusan tahun sebelum khazanah ini diakuisi dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Yang menarik untuk diperhatikan dari hampir semua perkembangan penelitian sains adalah terbukanya peluang untuk melakukan rekayasa teknologi untuk obyek-obyek yang dikenali, seperti teknologi fisika batik, otomata anyam, otomata candi, algoritma generator lagu dan lain sebagainya. Realitas inilah yang kemudian membentuk aras baru bagi perkembangan ilmu dan teknologi saat ia melakukan observasi dan eksplorasi pada obyek-obyek kebudayaan dan tradisi manusia. “Teknobudaya”, mungkin adalah nama yang tepat untuk itu. Teknobudaya merupakan langkah sains untuk membaca dan mengeksplorasi detail aspek dan elemen kebudayaan.