{"id":174,"date":"2014-10-21T06:33:02","date_gmt":"2014-10-21T06:33:02","guid":{"rendered":"http:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/?p=174"},"modified":"2015-02-02T11:12:31","modified_gmt":"2015-02-02T04:12:31","slug":"batik-sebagai-warisan-kemanusiaan-untuk-budaya-lisan-dan-nonbendawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/2014\/10\/21\/batik-sebagai-warisan-kemanusiaan-untuk-budaya-lisan-dan-nonbendawi\/","title":{"rendered":"Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan NonBendawi"},"content":{"rendered":"<p>2 Okt 2009, Badan PBB untuk kebudayaan, UNESCO menetapkan batik sbg Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.<\/p>\n<p>Penetapan Hari Batik diawali dengan proses nominasi Batik Indonesia ke UNESCO, 3 Sept 2008. Tahap selanjutnya dlm proses pengakuan Batik adalah pengujian tertutup di Paris. UNESCO menggelar pengujian pada tanggal 11-14 Mei 2009.\u00a02 Okt 2009,UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representatif Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi di Abu Dhabi, UEA (Uni Emirat Arab).<br \/>\nHari Batik Nasional adalah perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.<br \/>\nPresiden SBY, pada tanggal 17 November 2009 menerbitkan Keputusan Presiden No. 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional yang ditetapkan setiap tanggal 2 Oktober.\u00a0Deklarasi Hari Batik oleh Presiden SBY juga sebagai upaya untuk menghapus pengklaiman yang digencarkan sebelumnya oleh Malaysia.<br \/>\nDalam situs resim UNESCO, ditulis batik Indonesia memiliki banyak simbol yg bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah.\u00a0Batik dinilai sebagai identitas bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting seseorang di Indonesia sejak lahir hingga meninggal.<br \/>\nPenetapan Hari Batik Nasional juga dlm rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Ditulis oleh Siti Wulandari<\/em><\/p>\n    <!-- sktbuilder starter --><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/sktbuilder-frontend-starter.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder-wordpress-driver.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\"> var starter = new SktbuilderStarter({\"mode\": \"prod\", \"skip\":[\"jquery\",\"underscore\",\"backbone\"],\"sktbuilderUrl\": \"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-content\/plugins\/skt-builder\/sktbuilder\/\", \"driver\": new SktbuilderWordpressDriver({\"ajaxUrl\": \"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-admin\/admin-ajax.php\", \"iframeUrl\": \"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/2014\/10\/21\/batik-sebagai-warisan-kemanusiaan-untuk-budaya-lisan-dan-nonbendawi\/?sktbuilder=true\", \"pageId\": 174, \"pages\": [], \"page\": \"Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan NonBendawi\" }) });<\/script><!-- end sktbuilder starter -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2 Okt 2009, Badan PBB untuk kebudayaan, UNESCO menetapkan batik sbg Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Penetapan Hari Batik diawali dengan proses nominasi Batik Indonesia ke UNESCO, 3 Sept 2008. Tahap selanjutnya dlm proses pengakuan Batik adalah pengujian tertutup di Paris. UNESCO menggelar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[3,10,4,7,9,8,5,6],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2014\/10\/batikday.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sobatbudaya.or.id\/jkt\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}