Sobat Budaya Makassar | Makanan Khas Suku Bugis “Nasu Palekko”
166
post-template-default,single,single-post,postid-166,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,large,shadow3,wpb-js-composer js-comp-ver-4.4.3,vc_responsive

Blog

Makanan Khas Suku Bugis “Nasu Palekko”

11 Jun 2016, oleh sobatbudayaMKS di Artikel

Nasu Palekko adalah salah satu kuliner khas suku Bugis yang terbuat dari Daging Bebek yang dipotong-potong kecil seperti dicincang, atau disebut Daging Bebek Cincang. Dimana dalam proses pembuatannya, daging bebek yang sudah disembelih dan dikuliti serta dicincang lalu dicuci bersih. Kemudian diberi cuka atau jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis-nya.

Adapun bumbu-nya terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, sereh , garam, bumbu rempah-rempah lainnya serta cuka,. Biasanya, cuka yang digunakan adalah cuka yang terbuat dari mangga muda. Cuka dan bawang putih atau jeruk nipis biasanya digunakan juga untuk menghilangkan bau amis pada daging. Kemudian bumbu tersebut di giling halus lalu dicampur potongan daging bebek sebelum dimasukkan kedalam penggorengan yang kemudian diaduk hingga matang untuk disajikan.

Nasu Palekko umumnya memiliki rasa yang cukup pedas dan bisa membuat merah telinga serta mempunyai aroma tersendiri karena menggunakan minyak goreng yang berasal dari lemak kulit bebek itu sendiri. Rasa pedas pada Nasu Palekko ini biasanya sudah tercium dari jarak jauh aromanya yang menyengat dan sungguh menggoda iman untuk menikmatinya.
Nasu Palakko’, masakan khas bugis, kususnya di daerah Sidrap dan Pinrang, Sulawesi Selatan. Penggemar bebek pasti akan menyukai masakan ini. Daging bebeknya empuk, tidak amis dan kaya bumbu. Yang istimewa lagi dari bebek ini adalah, rasanya yang luar biasa pedas… membakar mulut !!!

Bebek yang dimasak bumbu pedas ini, dipotong kecil-kecil, isinya terdiri dari leher, kepala dan jeroan bebek. Kaya bumbu khas bugis, super pedas, lebih pedas dari bebek goreng yang ada di Bukan Bebek Biasa.

Makan Bebek ini kepala rasanya berasap, keringat bercucuran dan mata memerah. Sebagai penawar pedas, siapkan Pisang Belanda yang manis meresap.

Bagi penggemar masakan pedas, masakan bebek ini tantangan baru. Berani coba?!! pusing ditanggung lenyap…

BAHAN

1.1 ekor itik, dicincang sebesar dadu (bagusnya itik muda).
2.1 sendok makan merica bubuk (sesuai selera)
3.1 genggam cabe rawit (sesuai selera) ditumbuk hingga halus
4.3 Lembar daun salam kering
5.1,5 liter air bersih
6.Garam, vetsin secukupnya (sesuai selera).
7.Bawang merah, bawang putih secukupnya
8.Paccukka (bagusnya gunakan asam jawa)

Cara Membuat

1.Cincang itik atau potong kecil-kecil, sedangan kulit nya jangan dibuang karena bisa ditumis dan kulitnya itu bisa mengeluarkan minyak yang bisa dipakai untuk menumis bumbunya. baiknya kulit ini setelah digoreng dengan menggunakan lemaknya sendiri ditiriskan,kemudian sisa minyaknya dipakai untuk bumbu.
2.Bumbu seperti bawang merah, merica, garam, cabai merah dihaluskan,, sebenarnya lebih enak tak pakai bawang putih sebab menimbulkan bau yang kurang enak..tapi jika mau bisa juga dimasukkan kedalamnya.
3.Asam jawa di hancurkan dengan sedikti air, kemudian itik di campur dengannya. asam ini berfungsi sebagai penghilang bau amis juga sebagai pemberi rasa asam pada itik…
4.Tumis bumbu sebentar dengan minyak dari lemak yang dihasilkan kulit itik, kemudian masukkan itik yang telah bercampur dengan cuka didalamnya.
5.Tambahkan air, aduk sampai rata, jangan lupa tambahkan cabe, tambahkan lagi, tambahkan lagi dan tambahkan lagi, makin pedas makin mantap (sesuai dengan selera)
6.Masak hingga bumbunya meresap dan mengering. Tiriskan dan hidangkan dengan nasi panas.

  • WordPress
  • Google Plus
  • Facebook

Silakan komentar